Rektor Tekankan Penguatan Keterbukaan Informasi Publik dan Digitalisasi Sistem Informasi Untad

Bertempat di Ruang Rapat Rektor Lantai II Universitas Tadulako, Rapat Koordinasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Untad telah digelar pada hari Rabu (09/09/2026) pagi. Dalam forum tersebut, Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., menegaskan pentingnya penguatan keterbukaan informasi publik serta pemutakhiran sistem informasi secara menyeluruh di setiap unit kerja di lingkungan universitas.

Kegiatan koordinasi ini diikuti oleh jajaran pimpinan dan pengelola unit kerja, meliputi Ketua Dewan Pertimbangan, Wakil Rektor Bidang Akademik, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Ketua Satuan Pengawas Internal, para Dekan Fakultas, Direktur Pascasarjana, Direktur RSU Tadulako, para Kepala Lembaga, Kepala Biro, Kepala UPA, PPK Konstruksi, PPK Barang dan Jasa, hingga para Operator Website Fakultas dan Unit.

Dalam arahannya, Rektor menyampaikan bahwa komitmen pimpinan menjadi salah satu aspek penting dalam mempertahankan predikat sebagai badan publik informatif. Pada penilaian sebelumnya, komitmen pimpinan menjadi salah satu komponen dengan bobot penilaian yang besar. Kehadiran dan keterlibatan pimpinan dalam proses tersebut turut menunjukkan keseriusan universitas dalam mengelola keterbukaan informasi publik.

Menurut Rektor, keterbukaan informasi tidak hanya berkaitan dengan informasi kegiatan universitas, tetapi mencakup berbagai informasi yang menjadi hak masyarakat untuk diketahui. Informasi tersebut antara lain berkaitan dengan laporan kekayaan pimpinan, pekerjaan yang dilelang, penerimaan mahasiswa, aturan-aturan universitas, laporan perencanaan, hingga informasi lain yang dapat menjadi konsumsi publik sesuai dengan ketentuan dan standar yang berlaku.

Untuk itu, Rektor meminta setiap unit dan fakultas untuk terus memperbarui informasi pada situs web masing-masing. Ia menilai masih terdapat sejumlah situs web unit kerja yang belum diperbarui secara berkala, padahal keberadaan dan keterbaruan informasi menjadi bagian penting dalam pengelolaan PPID serta mendukung kebutuhan universitas dalam penyediaan data.

Rektor menegaskan, upaya mempertahankan predikat informatif bukan semata-mata untuk mengejar penghargaan. Keterbukaan informasi merupakan kebutuhan universitas, terutama dalam mendukung akreditasi, pencarian data, serta memberikan layanan informasi yang transparan kepada masyarakat.

Selain pemutakhiran informasi, aspek keamanan sistem juga menjadi perhatian. Rektor mengingatkan agar pengelolaan situs web dan aplikasi di lingkungan Untad dilakukan secara terkoordinasi untuk mencegah terjadinya peretasan maupun gangguan terhadap sistem. Penguatan penyimpanan dan pengamanan sistem menjadi bagian dari upaya membangun infrastruktur digital universitas yang lebih terintegrasi.

Pengembangan dan integrasi sistem informasi, menurut Rektor, menjadi bagian dari upaya continuous improvement dalam membangun ekosistem digital Untad. Integrasi berbagai aplikasi dan sistem diharapkan dapat mewujudkan layanan informasi yang lebih terhubung, aman, dan mudah diakses oleh sivitas akademika maupun masyarakat.

Karena itu, Rektor meminta pengelola PPID di setiap fakultas dan unit kerja untuk memiliki kepedulian dan tanggung jawab dalam memastikan informasi selalu diperbarui. Setiap kegiatan maupun data yang relevan perlu segera didokumentasikan dan dimasukkan ke dalam sistem informasi agar dapat ditemukan ketika dibutuhkan, termasuk saat proses evaluasi dan penilaian keterbukaan informasi.

“Kerja kita ini kerja kontinu sebenarnya. Setiap saat dibuka, nanti diminta penjelasan,” tegasnya.

Rektor berharap sinergi antara pimpinan unit, pengelola PPID, Humas, serta pengelola teknologi informasi dapat terus diperkuat. Dengan koordinasi yang baik, sistem informasi Untad diharapkan semakin aman, terintegrasi, dan mampu menyediakan informasi yang akurat serta mutakhir bagi sivitas akademika maupun masyarakat.